Tingkatkan Saturasi Oksigen Dengan Teknik Proning Dengan Bantal Cozylila
Rutin mengukur saturasi oksigen bagi pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah adalah hal yang penting dan wajib. Pengukuran ini dapatdilakukan dengan menggunakan alat Pulse Oximeter atau dikenal juga sebagai SpO2. Hasil kadar oksigen darah normal dan abnormal pada monitor pulse oximeter adalah sebagai berikut:
Untuk teknik proning, seorang pasien harus dalam posisi berbaring tengkurap. Posisi seperti ini membantu paru-paru mengembang penuh karena jantung ada di dinding dada, sehingga memungkinkan aerasi yang lebih baik. Jika dalam posisi telentang, jantung akan menekan paru-paru, sehingga bagian tertentu di paru-paru tidak dapat mengembang penuh.

Berikut ini teknik proning yang dianjurkan bagi pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah.



- Kondisi saturasi oksigen normal adalah 95–100 persen.
- Sedangkan kondisi saturasi oksigen rendah adalah di bawah 95 persen dan apabila saturasi rendah bisa segera melakukan tindakan.
Untuk teknik proning, seorang pasien harus dalam posisi berbaring tengkurap. Posisi seperti ini membantu paru-paru mengembang penuh karena jantung ada di dinding dada, sehingga memungkinkan aerasi yang lebih baik. Jika dalam posisi telentang, jantung akan menekan paru-paru, sehingga bagian tertentu di paru-paru tidak dapat mengembang penuh.
Berikut ini teknik proning yang dianjurkan bagi pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah.
- Posisi 1: Pasien harus berbaring di atas perut dalam waktu 30 menit. Gunakan alas dan bantal di bawah leher, pinggul, dan kaki.
- Posisi 2: Pasien harus berbaring ke sisi kanan dalam waktu 30 menit. Gunakan alas dan bantal di bawah leher, pinggul dan dijepit ke kedua kaki.
- Posisi 3: Pasien harus berbaring sambil duduk dalam waktu 30 menit. Gunakan penyangga bantal dengan posisi setengah duduk.
Dianjurkan melakukan teknik proning antara 30 menit sampai 2 jam. Tetapi, waktu terbaik untuk setiap perpindahan posisi adalah 30 menit. Teknik ini dapat dilakukan selama 16-18 jam sehar,i dalam beberapa siklus selama orang tersebut nyaman.
Saat melakukan teknik ini ada baiknya sambil berkonsultasi pada dokter. Jika teknik ini tidak dilakukan dengan benar, ada kemungkinan dapat menyebabkan tekanan darah rendah, saluran napas bengkak, hingga detak jantung tidak teratur.
Saat ini, memang isolasi mandiri di rumah menjadi hal yang paling disarankan, mengingat faskes dan nakes yang terbatas mengatasi lonjakan pasien. Semoga teknik di atas bisa membantu di masa-masa awal. Tetapi bila penurunan kondisi berlanjut, segera hubungi satgas COVID-19 dan faskes terdekat.
Sumber:
Terima kasih infonya, sangat bermanfaat.
ReplyDeletethank you banget informasinya. bermanfaat sekali. jadi bisa jaga-jaga kalo ada keluarga yang butuh teknik ini.
ReplyDelete