Olahraga Saat Kurang Tidur, Bolehkah?
Apakah kamu termasuk orang yang rutin olahraga? Jika ya, kamu berarti telah melakukan langkah pertama untuk memiliki tubuh yang sehat dan bugar. Tetapi saat pekerjaan sedang menumpuk dan harus segera diselesaikan, maka kamu pasti memilih untuk begadang menyelesaikannya.
Sejumlah pakar kesehatan setuju bahwa menjaga tubuh tetap sehat dan bugar membutuhkan keseimbangan. Tapi ketika kamu kurang tidur dan kamu tetap memaksakan diri untuk berolahraga, di mana seharusnya olahraga yang dilakukan dapat menyehatkan tubuh, malahan dapat menimbulkan beberapa gangguan berbahaya dan merugikan tubuh.
Selain itu, jika kamu kurang tidur dan tetap berolahraga, ternyata dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung atau terkena kematian mendadak yang berkaitan dengan serangan jantung hingga 50 persen.
Dampak Buruk dari Olahraga setelah Begadang
Dalam sebuah penelitian, disebutkan bahwa pola tidur dapat memengaruhi kegiatan aktif pada seseorang. Saat kamu berolahraga setelah begadang, terbukti tubuh akan lebih cepat lelah dan harus mengerahkan lebih banyak energi pada latihan yang sama dibandingkan mendapatkan tidur yang cukup di malam hari. Maka dari itu, para atlet harus mendapatkan tidur yang cukup agar performanya tidak menurun.
Hal ini terjadi akibat kandungan glikogen, yaitu energi yang tersimpan di otot, sehingga mampu memengaruhi kekuatan saat berolahraga. Saat glikogen mulai menipis, tubuh akan mulai merasa lelah. Namun, jika seseorang melakukan olahraga setelah begadang, otot menjadi lelah bahkan sebelum simpanan glikogen benar-benar habis. Maka dari itu, tubuh terasa lebih lemas saat melakukan kegiatan menyehatkan tubuh tersebut.
Performa menurun
Kurang tidur satu kali saja dapat mempengaruhi sesi olahraga karena dapat membuat fungsi kognitif pada tubuh menurun drastis. Hal ini membuat seseorang lebih sulit untuk mengambil keputusan dan ingatan menjadi terganggu. Kamu pun akan mengalami gangguan pada memori, dan lebih sensitif terhadap nyeri sehingga sesi olahraga yang dilakukan akan terasa lebih berat daripada biasanya. Performa dalam daya tahan terhadap olahraga pun berkurang, serta meningkatnya jumlah tenaga yang harus dikeluarkan. Singkatnya, jika berolahraga ketika kamu kekurangan tidur atau sangat kelelahan, yang kamu lakukan tidak akan produktif.
Risiko cedera yang meningkat
Salah satu hal yang dapat terjadi akibat olahraga setelah begadang adalah risiko untuk mengalami cedera dapat meningkat. Hal tersebut disebabkan reaksi dari tubuh lebih lambat dan kemampuan untuk menilai sesuatu terganggu karena rasa lelah. Maka dari itu, lebih baik untuk mengistirahatkan tubuh dan melatih kebugaran tubuh saat tubuh sudah bugar. Saat beristirahat, tubuh akan kembali ke performa puncaknya.
Tidak bersemangat
Jika waktu yang digunakan untuk berolahraga harus memotong waktu yang sebetulnya dibutuhkan untuk tidur, kamu akan merasa kurang bersemangat di keesokan h ari. Setelah kekurangan tidur selama beberapa malam, performa, fungsi kognitif, serta waktu reaksi akan terus menurun. Hal ini dapat sangat menganggu aktivitas hingga menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Artinya, olahraga yang kamu lakukan akan kurang produktif hingga waktu tidur kembali normal.
Mempengaruhi sistem daya tahan tubuh
Jika kamu kekurangan tidur, kadar hormon kortisol di dalam tubuh akan meningkat. Hal ini menyebabkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi menjadi menurun drastis.
Mengganggu proses pemulihan jaringan tubuh
Ketika kadar kortisol meningkat, hal tersebut turut mengganggu proses perbaikan serta pertumbuhan jaringan baru. Selain itu, hormon pertumbuhan anabolik dilepaskan oleh tubuh, terutama ketika sudah memasuki tidur yang lebih dalam. Itu mengapa olahraga yang dilakukan saat kurang tidur berpotensi menyebabkan kerusakan pada tubuh bagian dalam.
Terlepas dari risiko-risiko di atas, kurang tidur juga berdampak pada peningkatan risiko penyakit diabetes mellitus tipe 2, penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke. Suasana hati alias mood juga akan terkena dampak negatif dari perilaku tersebut.
Daripada kamu memaksakan diri berolahraga padahal kurang tidur atau kelelahan sebaiknya menahan diri untuk tidak melakukan olahraga sama sekali. Kurang bijak memaksakan tubuh untuk berolahraga padahal tubuh sedang tidak dalam kondisi fit yang pada akhirnya akan mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan termasuk kekebalan tubuh.
Mengenai kekebalan tubuh, dr. Arti Indira, Sp.GK, M.Gizi, dokter spesialis gizi, menjelaskan bahwa terdapat empat pilar kekebalan tubuh yang penting untuk diperhatikan. Empat pilar tersebut adalah asupan nutrisi, aktivitas fisik atau olahraga, istirahat, dan kesehatan mental. Jika ada salah satu yang kurang, maka dapat menjadi masalah.
Dr. Andreas Prasadja, RSPGT., dari Snoring & Sleep Disorder Clinic, menegaskan, tidur adalah modal dasar dan utama untuk membangun kualitas hidup manusia. Mulai dari kemampuan mental, emosional, kesehatan, dan produktivitas.
Maka itu, jangan memaksakan diri, karena hal tersebut tidaklah produktif. Akan lebih baik bila kamu meluangkan waktu satu hari untuk beristirahat, mengonsumsi makanan sehat, dan biarkan tubuh pulih sepenuhnya.
Untuk membantumu dalam proses pemulihan pasca olahraga atau beraktivitas cukup berat, kamu dapat menggunakan perlengkapan tidur dari Cozylila untuk kenyamanan ekstra saat beristirahat.
Mattress Topper Featherlike Deluxe dapat menopang badanmu yang kelelahan dengan memberikan keempukan tambahan pada kasur. Mattress Topper Featherlike Deluxe merupakan pelapis berisi Featherlike (bulu angsa sintetis) yang bisa dilepas pasang. Pemakaiannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. Jika ingin tidur lebih nyaman, maka benda yang satu ini bisa dipasang. Penggunaannya akan membuat permukaan kasur menjadi terasa lebih lembut dan padat, serta usia kasurmu dapat bertambah panjang.
Bantal Anti Snore Memory Foam, bagi yang suka mendengkur, dirancang dengan desain ergonomis, bantal ini dapat menopang kepala dan leher dengan pas dan ideal. Bantal terbuat dari busa memori berkualitas yang nyaman dan sejuk. Selain itu, memory foam sendiri mampu mengikuti anatomi bagian punggung hingga kepala. Sehingga, mempermudah oksigen masuk ke dalam tubuh dan kamu bisa tidur pulas tanpa gangguan dengkuran.
Bantal Featherlike Olive Single List cocok untuk kamu yang menyukai bantal dengan tingkat keempukan medium soft. Bantal ini berisi Featherlike (bulu angsa sintetis) yang sangat lembut yang dapat menopang leher dan kepala dengan sempurna. Dengan isiannya yang menyerupai bulu angsa sintetis, cocok untuk kamu yang memiliki alergi. Bantal ini juga tidak berbau serta tidak mudah kempes jika dirawat dengan baik dan benar.
.png)
.png)

.jpg)
.jpg)
Bagus sekali article nya sangat membantu
ReplyDelete